Senin, 06 Mei 2013

CERITA “si pemalas” DAN “pekerja keras” (bag 1)



Se-ekor ayam (si pemalas) dan se-ekor burung elang (pekerja keras) adalah sahabat sejati yang selalu bepergian bersama-sama. Karena, si elang ini sangat perhatian dengan sahabatnya sehingga elang ini selalu membimbing dan memberikan masukan kepada sahabatnya yang pemalas sesekali elan juga memberikan bantuannya kepada sahabatnya itu.

Ketika suatu hari, sepasang sahabat ini sedang berjalan-jalan disebuah perkampungan. Sembari berjalan, si elang sesekali memberikan motivasi kepada sahabatnya agar merubah sifatnya yang pemalas itu. Tak berapa lama kemudian, mereka melewati sebuah kandang sapi milik warga yang tinggal dikampung tersebut. Dan si ayam yang pemalas ini menatap tubuh sapi dengan tajam. Dan bertanya kepada sahabatnya “elang”.
Ayam   : lang, (panggilan akrab si elang)
Elang   : ya, kenapa?
Ayam   : coba kamu lihat sapi itu, dia beruntung sekali ya.. bisa mendapatkan majikan yang baik. Dia (sapi) diberi rumah, tiap hari dikasih makan, bahkan malam diberi asap biar tidak digigit nyamuk.
Elang   : terus kenapa?
Ayam   : ya,.. enaklah punya majikan seperti majikan si sapi itu. Aku juga mau punya majikan kayak gitu.
Elang   : alaaa, jangan mimpi loh, (sambil menarik sahabatnya si ayam untuk melanjutkan perjalanya)
Ayam   : aku ngga mau pergi ah, aku mau disini aja.
Terjadilah pertengkaran kecil, dan si elang pergi meninggalkan sahabatnya itu yang tidak mau meninggalkan kandang sapi tersebut.
Setelah seminggu tinggal bersama sapi itu, ayam itu merasakan kenikmatan hidupnya dan berkata: “coba sahabatku itu tidak meninggalkan aku, pasti dia (elang) juga merasakan apa yang kurasakan sekarang. Makan disiapkan, tidur ngga ada nyamuk. Sungguh nikmat rasanya tinggal disini”.
Sebulan kemudian merasakan hidup nyaman, si ayam yang tadinya kurus kini badannya kegemukan karena makanannya terjamin tiap hari. Sipemilik sapi yang melihatnya merasa tergiur untuk memotong ayam tersebut.
Dan keesokan harinya, pemilik sapi tersebut ingin menangkap dan memotong si ayam untuk dijadikan santapannya. Namun, si ayam keburu mengetahui niat si pemilik sapi itu. Akhirnya si ayam kabur dan berusaha terbang sejauh mungkin. Karena badannya terlalu gemuk, si ayam tidak bisa membawa bandannya terbang jauh. Terpaksa ia lari sekuat tenaga untuk menjauh dari kandang sapi itu.
Si elang yang sudah bersama sejak lama dengan si ayam, merasakan ada sesuatu yang ganjal di alami sahabatnya itu. Akhirnya, si elang kembali mencari sahabatnya si ayam dan kembali bertemu dihutan dekat perkampungan tersebut.
Hikma yang bisa diambil dari cerita diatas adalah :
-          apabila kita masih mampu untuk melakukannya, jangan mengharapkan belas-kasihan dari orang lain.
-          Lebih baik susah  tapi hasil usaha sendiri daripada nyaman tetapi hasil orang lain.
-          Sahabat selalu ada dalam keadaan susah ataupun senang.


0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Pasang Iklan Anda Disini

Adsense Indonesia
.

Copyright © 2012. INSPIRASI DAN PELUANG USAHA - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz